Anak Saleh

Media Anak Islam Indonesia

Kisah Islami

Teguran Allah SWT Kepada Nabi Yunus AS

"Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. Ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan kemudian ia ikut diundi, lalu ia termasuk orang yang kalah dalam undian. Maka, ia ditelan ikan besar dalam keadaan tercela" (QS. Ash-Shaffat: 139-142).

Di daerah Mausil, Irak tepatnya di Ninive, masyarakatnya suka menuhankan benda, menyembah patung, menganggap tempat-tempat tertentu sebagai tempat keramat. Sedangkan di daerah Syam, ada seorang yang arif dan bijaksana bernama Yunus. Yunus diperintahkan oleh Allah untuk datang ke Ninive. Di sana ia melakukan dakwah, mencegah yang mungkar (kejahatan) dan menyeru kebaikan.

Akan tetapi, ajakan Yunus itu disambut dengan sikap yang tidak terhormat. Nabi Allah itu dihadapi dengan ejekan-ejekan dan hinaan-hinaan. Rupanya kaum Ninive/Niwana itu terlalu menyombongkan diri dengan kekayaan yang dimiliki selama ini, sehingga menganggap remeh terhadap Yunus.

Sapi Betina Bani Israil

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata, "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang jahil." (QS. Al-Baqarah: 67)

Pada zaman Bani Israil, hiduplah seekor sapi betina yang cantik dan telah berjasa ikut membantu mengungkap sebuah pembunuhan. Mengapa sapi betina itu bisa membongkar sebuah kasus pembunuhan? Ingin tahu kisah selengkapnya? Silahkan Anda menyimak kisahnya berikut ini.

Pengkhianatan Quraisy pada Hudaibiyah

Malam itu pihak Khuza'ah sedang berada di tempat pangkalan air milik mereka sendiri yang bernama Al-Watir, oleh pihak Bani Bakar mereka diserang dengan tiba-tiba dan beberapa orang dari pihak Khuza'ah dibunuh.

Pihak Khuza'ah lari ke Makkah, berlindung kepada keluarga Budail bin Waraqah, dengan mengadukan perbuatan Quraisy dan Bani Bakar yang telah melanggar perjanjian dengan Rasulullah itu.

Untuk itu Amr bin Salim dari Khuza'ah cepat-cepat pula pergi ke Madinah. Dan ketika menghadap Rasulullah yang saat itu sedang berada di masjid dengan beberapa orang, diceritakannya apa yang telah terjadi itu dan ia meminta pertolongan beliau.

"Amr bin Salim, engkau mesti dibela," kata Rasulullah.

Nabi Adam Mangkat

Pasca terbunuhnya Habil, bukan main kesedihan Nabi Adam ‘alaihissalam, Isak tangis bertahun-tahun mengiringinya. Hingga akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniainya seorang anak sebagai pengganti Habil. Anak tersebut bernama Syits, maknanya pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena anak itu merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggantikan Habil.

Setelah Syits menginjak dewasa, Nabi Adam ‘alaihissalam memberikan kepercayaan penuh kepadanya, segala ilmu yang diraihnya diajarkan kepada Syits. Bahkan ketika akan meninggal, Nabi Adam ‘alaihissalam memberikan wasiat kepada Syits untuk menggantikan dalam memimpin anak keturunannya untuk beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia juga diberi shuhuf (lembaran-lembaran wahyu. Allah Subhanahu wa Ta’ala mentakdirkan keturunannya berlanjut. Semua manusia silsilah keturunannya berasal dari Syits, sedang anak Nabi Adam ‘alaihissalam yang lain punah (tidak berlanjut keturunannya).