ANAKSALEH.com

Kumpulan Doa

Allah Melarang Kita Mencela Angin

Kadang tanpa kita sadari, ketika angin bertiup dengan kencang, mulut kita mengucapkan umpatan atau kata-kata yang mengeluhkan angin tersebut. Padahal, semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah dan atas perintah Allah. Bahkan satu daun yang jatuh pun atas perintah Allah, apalagi angin yang bertiup, pastinya juga atas perintah Allah.

Allah meniup angin merupakan salah satu tanda kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya. Seperti dalam Quran Surah Ar Ruum ayat 46 Allah berfirman “Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya yaitu Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira untuk memberikan kasih sayang terhadap kalian, supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan kalian dapat mencari karunia-Nya sehingga kalian dapat bersyukur kepada-Nya.”

Selain sebagai bentuk kasih sayang, angin juga dapat sebagai azab yang ditimpakan kepada hamba-hambaNya. Seperti dalam haditsnya, Rasulullah bersabda “Angin itu rahmat dari Allah. Angin itu bisa datang membawa rahmat dan bisa pula datang membawa azab. Apabila kalian melihat angin maka janganlah kalian cela ia. Tetapi mohonlah kepada Allah dari kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari keburukan angin itu.” [H.R Abu Dawud. Lihat Ibnu Majah. Dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil.

 

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan bahwa angin itu ada jenis:

  • Angin yang bertiup biasa dan tidak menakutkan.  Tidak disunnahkan untuk mengucapkan zikir tertentu.
  • Angin yang bertiup kencang dan menakutkan. Bila angin bertiup kencang maka kita tidak boleh mencelanya, tetapi mengucapkan zikir sebagaimana zikir Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam. [Diringkas dari Syarh Riyadhus Shalihin].

Hukum Mencela Angin

Jelas sekali bahwa mencela angin itu dilarang di dalam agama . Larangan mencela angin di dalam hadits Ubay bin Ka’ab bersifat pengharaman bukan sekedar pemakruhan. Seiring dengan itu mencela angin merupakan kebodohan dan kelemahan akal pikiran pelakunya, sebab angin itu tidak bertiup dengan sendirinya tetapi sesuai pengaturan Allah Ta’ala, sehingga mencela angin merupakan celaan terhadap Dzat yang mencipta dan mengatur angin tersebut yaitu Allah Azza wa Jalla. Dengan demikian, mencela angin dapat menodai iman dan tauhid seseorang. Kita memohon kekokohan dan kemurnian tauhid kepada Allah.

Al Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk mencela angin. Sesungguhnya ia itu makhluk Allah yang taat dan salah satu tentara-Nya yang bila. Dia berkehendak maka kadang Dia jadikan angin tadi rahmat atau azab.”

Mewujudkan Tauhid Saat Angin Bertiup Kencang

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melarang kita dari mencela angin, beliau pun memberi arahan saat angin bertiup kencang dan menimbulkan rasa takut kepada kita. Arahan tersebut berupa zikir atau doa yang mengandung perwujudan tauhid seseorang berupa sikap tawakal, ketergantungan, harapan (raja’), berlindung dari keburukan (isti’adzah) dan rasa takut (khauf) hanya kepada Allah tiada sekutu bagi-Nya.

Doa Saat Angin Bertiup Kencang

Lafazh doa tersebut adalah:

“Allahumma innaa nas’aluka min khairi hadzihir riih wa khairi maa fiiha wa khairi maa umirat bihi wa na’udzu bika min syarri hadzihir riih wa syarri maa fiihaa wa syarri maa umirat bihi”

artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan  yang angin ini diperintah untuk bertiup kepadanya. Kami memohon kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan  yang ada padanya dan keburukan  yang angin ini diperintah untuk bertiup.”

Daratan dan lautan tidak luput dari keburukan angin yang diperintah Allah Yang Maha Kuasa untuk bertiup kencang, agar manusia bisa mengambil pelajaran di balik itu.

Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata: “Hanyalah sikap seorang muslim tatkala angin bertiup kencang adalah takut kepada Allah Ta’ala, bertaubat kepada-Nya dari dosa-dosa, memohon kepada Allah dari kebaikan angin tersebut, berlindung kepada Allah dari keburukannya, karena tidak ada yang mampu mengatur, mencegah keburukan dan menganugerahkan kebaikan angin tadi kecuali Allah semata.” [Al Khuthab Al Minbariyah].

Doa Lain Saat Angin Bertiup Kencang

Dari Salamah bin ‘Amr bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam apabila angin bertiup kencang, beliau berdoa: “Allahumma Laqihan Laa ‘aqiima” (Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air bukan angin  tanpa membawa air)” [Al Adabul Mufrad yang dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil

Sumber: https://assunnahmadiun.wordpress.com/

image credit : manfaat.co.id